August 12, 2021

Cerpen 100 kata: Pendekar Silat Cimande



“Kuasai dahulu Silat Cimande dan olah tenaga dalam, sebelum menyebrang ke Pulau Jawa.” titah kakek tak terbantahkan.

Setiap malam kakek melatihku Jurus Kelid Cimande¹ dan Jurus Pepedangan Cimande², lalu latihan pernapasan dan olah tenaga dalam serta ditutup dengan wejangan dari kakek. Untuk menyempurnakan tenaga dalam, aku mesti berpuasa, sholat malam, dan berzikir.

“Pendekar Silat Cimande, ayo tangkap aku!” teriak adikku sembari melompat ke pohon belimbing. Aku mengejarnya ke pohon belimbing tapi malang tak bisa ditolak untung tak bisa diraih, aku menginjak dahan rapuh dan terjatuh. Kakiku terkilir sehingga harus menggunakan kruk untuk berjalan.

Pendekar Silat Cimande berkaki kayu, julukanku kini.


***

1. Jurus Kelid Cimande bertujuan menangkis serangan lawan dan merobohkannya. Jurus ini terdiri dari 33 jurus.

2. Jurus Pepedangan Cimande bertumpu pada kesigapan kaki dan teknik serangan senjata golok.

Cerpen 100 kata: Gunung Agung

 


Gunung Agung di Bali merupakan wilayah yang sakral. Pendaki bisa mencapai puncak melalui dua jalur yaitu Pura Agung Besakih dan Pura Pasar Agung. Peraturan adat, pendaki dilarang membawa panganan dari daging sapi, memakai baju merah, membawa makanan dalam jumlah ganjil, dan wanita yang sedang menstruasi dilarang ikut mendaki.

Komang mengantar para pendaki dari Jakarta yang mendaki Gunung Agung. Separuh perjalanan menuju puncak, cuaca cerah berubah drastis berkabut tebal dan angin kencang menghalangi pendaki untuk naik lebih tinggi. 

“Sebaiknya kita segera turun, apakah ada yang melanggar larangan?” Semua terdiam, saling pandang.

Andine meraba kemasan paket HokBen di ranselnya, ada beef yakiniku.

Cerpen 100 kata: Wayang Sapuh Leger


Wayang Sapuh Leger¹ dalam Upacara Bebayuhan Weton Sepuh Leger² dipentaskan oleh dalang Mpu Leger. Lakon yang dibawakan mengacu pada Lontar Sapuh Leger yang berkisar pada perjalanan Batara Kala mengejar Rare Kumara untuk dibunuh. Keduanya memiliki hari lahir yang sama, yaitu pada tumpek wayang³. 

“Kita mesti mengadakan Upacara Bebayuhan Weton Sapuh Leger putra kita yang lahir pada tumpek wayang demi keselamatan hidupnya kelak. Biayanya tidak sedikit.” ujar Ida Ayu.

“Semua ada solusinya.” tukas Dewa.

Ketika putranya berusia tujuh tahun, Dewa menggelar pertunjukan Wayang Sapuh Leger pada Upacara Bebayuhan Weton Sapuh Leger. Biayanya dari pencairan polis PruCerah yang dipersiapkannya sejak putranya lahir.


***

1. Wayang Sapuh Leger merupakan pertunjukan wayang kulit yang bertujuan untuk pembersihan atau penyucian diri anak yang lahir pada tumpek wayang.

2.  Upacara Bebayuhan Weton Sapuh Leger adalah upacara ruwatan untuk anak yang lahir pada tumpek wayang agar terhindar dari malapetaka. Upacara tersebut dilakukan ketika anak minimal sudah berusia tujuh tahun.

3. Tumpek wayang adalah hari raya yang dilaksanakan umat Hindu di Bali.

Cerpen 100 kata: Gamelan Gambang



Ketut menabuh Gamelan Gambang mengiringi Badé yang diangkat beramai-ramai menuju tempat pembakaran jenazah. Setelah jasad diaben, sisa abu dari pembakaran dimasukkan ke dalam buah kelapa gading untuk dilarung ke laut. 

Gamelan Gambang sudah ditekuninya sejak kecil mengikuti jejak orang tuanya menabuh Gamelan Gambang pada upacara Ngaben keluarga kaya di desanya. 

“Apakah aku bisa menggelar upacara Ngaben yang layak untuk orang tuaku kelak? Aku ingin menabuh Gamelan Gambang mengiringi Badé orang tuaku.” ucapnya.

“Tentu saja bisa.” sahut Dewa.

Ketut menabuh Gamelan Gambang pada upacara Ngaben paling megah mengiringi Badé untuk bapaknya dengan dana satu milyar dari klaim asuransi yang diurus Dewa.


***

Gamelan Gambang tergolong Gamelan Wayah, yaitu jenis Gamelan Bali yang paling tua dipergunakan sebagai pengiring prosesi Ngaben.

Badé adalah menara mirip pagoda dengan jumlah ganjil untuk mengusung jenazah yang akan diaben.

Cerpen 100 kata: Telaga Wopersnondi








Telaga Wopersnondi di Biak, Papua, memiliki air berwarna biru jernih memperlihatkan dahan dan ranting pepohonan di dasarnya. Telaga Wopersnondi terletak di tengah hutan dikelilingi pepohonan yang rimbun. Keberadaannya dekat Pantai Samares sehingga dikenal wisatawan dengan nama Telaga Biru Samares.

Vandam berdiri di tepi Telaga Wopersnondi, seraut wajah jelita dari pulau seberang melintas dalam ingatannya. Berhasilkah dia menemukan tempat ini, seperti janjinya?

Sekonyong-konyong ada yang mendorongnya jatuh ke telaga. Afrail dan Liben menyusul melompat ke telaga, menyelam menjauh dari kejaran Vandam.

“Jadi nama wopersnondi berasal dari kebiasaan kalian melompat ke telaga?” ucap gadis impian Vandam yang berhasil menemuinya di Telaga Wopersnondi.


***

Note: Wopersnondi berasal dari bahasa Biak, merupakan gabungan dari kata ‘Woper’ yang artinya melompat, dan ‘Snon’ yang artinya pria. Jadi wopersnondi memiliki arti pria yang melompat. Konon nama tersebut dilatar-belakangi oleh banyak pria dari desa setempat yang sering melompat untuk mandi di telaga ini.

Cerpen 100 kata: Penari Kehidupan


Marc Daniels seorang pengacara yang mempunyai tiga orang putri berusia empat tahun, tiga tahun, dan enam bulan. Profesi pengacara sangat menyita waktu. Namun, sebagai orang tua tunggal Daniels memprioritaskan waktunya mengurus ketiga putrinya.

Putri sulung dan putri keduanya akan mengikuti pementasan balet di sekolahnya, keduanya sangat antusias menari balet. Tentu saja Daniels akan meluangkan waktu hadir menyaksikan balerina ciliknya di atas panggung.

Daniels duduk di antara para orang tua siswa, putri bungsu dipangkunya. Tanpa pikir panjang Daniels naik ke panggung ikut menari ketika terdengar teriakan histeris putri keduanya yang mengalami demam panggung. 

Setiap orang adalah penari kehidupan dalam sendratari hidupnya.

Cerpen 100 kata: Hutan Bunuh Diri

Akira menggengdong ibunya memasuki hutan bunuh diri di kaki Gunung Fuji yang menjadi tempat untuk mengakhiri hidup. Hutan sangat rimbun, penuh pepohonan dan cahaya hampir tidak bisa masuk. Beratnya kehidupan membuat Akira tidak sanggup lagi menghidupi ibunya yang lumpuh sehingga berniat meninggalkannya di hutan bunuh diri. 

“Nak, ikutilah tali pengikat potongan kain yang ibu jatuhkan sepanjang perjalanan masuk hutan supaya kau bisa menemukan jalan keluar dari hutan.” Sang ibu tersenyum muram.

Akira berhasil keluar dari hutan bunuh diri. Namun, kesadaran baru membuat langkahnya terhenti. Seketika Akira kembali masuk hutan menjemput ibu yang ingin dibunuhnya tapi justru menjaga dan memikirkan keselamatannya.




Cerpen 100 kata: Purnama di Candi Muara Takus


Candi Muara Takus terdiri dari empat candi, aku mengitarinya. Mulai dari Candi Palangka, Candi/Stupa Mahligai berbentuk yoni mencuat ke atas, Candi Bungsu dan berhenti di depan Candi Sulung yang terbesar. Indah sekali purnama malam ini.

Mendadak terdengar lengkingan suara gajah di kejauhan dan derap kaki gajah yang berlari kencang menyebrangi Sungai Kampar menuju Candi Muara Takus. Jantungku berdegup kencang, aku reflek berlari mencari tempat persembunyian, memanjat puncak Candi Mahligai.

Benar adanya kawanan gajah bertekuk lutut di depan Candi Sulung pada malam bulan purnama. 

Lututku gemetar, aku terjatuh dari ranjang. Buku The Forgotten Kingdoms in Sumatera karya Schnitger masih dalam genggamanku.

Cerpen 100 kata: Batik Lasem Merah


Setelah mendatangi semua galeri, pameran, dan sentra batik selama lima tahun terakhir, akhirnya Rianti menemukannya. 

Rianti terkesima menatap batik lasem merah, motifnya persis cerita Eyang Uti. Warna merah getih pithik menggunakan bahan dasar khas yang hanya ditemukan di Lasem. 

“Maaf Bu, batik lasem merah tidak dijual, dipamerkan sebagai koleksi saja.”

“Berapapun harganya, batik ini sangat penting bagi nenek saya yang terbaring lemah. Hubungi saya apabila pemilik batik lasem merah setuju.” ucapnya kecewa.


Esoknya.

“Ada tamu, Non.” Bi Ijah datang bersama wanita sebaya Eyang Uti, berkain batik lasem merah. 

“Kulo rawuh, Mbakyu.” ujarnya sembari mendekap Eyang Uti.

Wajah keduanya sungguh serupa.


***

Merah getih pithik artinya merah darah ayam


Kulo rawuh, Mbakyu artinya Saya datang, Kak. 

Ucapan dalam Bahasa Jawa Kromo Inggil.

April 7, 2021

Sebuah Opini tentang Novel Noda dalam Pesantren karya Wafa Farha


Seorang teman penulis di Wattpad yang rajin menayangkan tulisan dan peringkat tulisannya di akun facebooknya dan saya pun sering membaca tanpa berkomentar. Suatu ketika saya melihat di bagian paling bawah foto peringkat tersebut ada potret novel Noda karya Wafa Farha, menariknya ada tertulis 21+ dan saya langsung menghitung umur saya sepertinya sudah melewati 21 tahun haha. Saya cari di google dan menemukan tautan cerita tersebut, utuh. Setelah saya membaca beberapa bab, dikunci dan tidak bisa melanjutkan membaca kecuali saya membuat akun di Wattpad. Baiklah, saya pun membuat akun dan menginstal aplikasi wattpad.

Novel Noda dalam Pesantren bercerita tentang seorang anak kiai pemilik pesantren yang mendewakan keperawanan calon istrinya. Ide klasik dan terasa sangat konservatif di era internet global saat ini. Namun penulis berhasil mengemas tulisan dan membuat alur cerita mengalir wajar dan realistis sehingga saya pun lanjut membaca sampai selesai tanpa merasa bosan sama sekali meskipun ide ceritanya klasik, ada beberapa hal menarik sehingga saya membacanya sampai selesai.

Seorang pria, yang digambarkan nyaris sempurna secara fisik dan perilaku, anak pemuka agama terkemuka. Jika dihitung bibit, bebet dan bobot tentu pria ini menjadi menantu idaman para ibu muslimah yang mempunyai anak perempuan. Tak ada gading yang tak retak, juga tidak ada manusia yang sempurna, pria yang mengaku sangat mencintai calon istrinya ini ternyata tidak bisa menerima musibah pemerkosaan yang terjadi pada calon istrinya. Apakah bisa disebut cinta? Cinta yang seperti apa?

Hal-hal menarik apa saja kah yang membuat saya membaca novel ini sampai selesai bahkan mencari dan membeli e-book Novel Noda 2, cerita lanjutannya?

Alur cerita dan gaya bertutur penulis yang menarik, mengalir wajar dan realistis. Benang merah cerita muncul dengan sangat mulus tanpa kesan dipaksakan. Identitas pemerkosa calon mempelai wanita yang merupakan mantan pacar, sakit hati diputuskan dan ternyata saudara sepupu mempelai pria. Potensi konflik dimunculkan dengan sangat wajar dan realistis.

Namun demikian ada pula guratan yang memperlihatkan karakter penulis yang menarik garis tegas antara hitam dan putih. Padahal sesungguhnya dalam kehidupan ini ada juga grey area, wilayah abu-abu. Misalnya ketika musibah pemerkosaan pada calon pengantin wanita sebelum hari pernikahan, respon calon mempelai wanita dan keluarganya hanya dimunculkan dua opsi: antara berkata jujur lalu pernikahan batal ataukah berbohong menutupi fakta, dan pernikahan dilanjutkan. Tidak ada celah untuk opsi ketiga yaitu berkata jujur dan pernikahan tetap berlangsung.

Latar cerita kehidupan islami pesantren, interaksi yang mengikuti syariat Islam dalam segala aspek kehidupan para tokoh cerita berhasil disajikan penulis dengan sangat baik tanpa menciptakan rasa antipati. Informasi syariat Islam disampaikan dengan baik melalui dialog tokoh-tokoh ceritanya.

Menurut pendapat saya, sebuah cerita saya anggap menarik ketika saya membacanya tanpa jeda sampai selesai, tidak ada rasa bosan yang membuat saya berhenti membaca sebelum cerita tuntas. Nah, novel Noda dalam Pesantren karya Wafa Farha adalah sebuah cerita yang menarik. Tidak percaya? Silahkan buktikan sendiri.